Asuransi Ramayana
Home 
Sitemap 

KONSEP ASURANSI SYARIAH

 

Latar Belakang Asuransi Syariah :
“Segala sesuatu itu boleh (mubah) kecuali bertentangan dengan syariah”

Pengertian Asuransi Syariah menurut Dewan Syariah Nasional adalah :
Usaha saling melindungi dan tolong menolong diantara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk asset dan atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad yang sesuai syariah.

Beberapa prinsip yang mendasari asuransi syariah adalah:

  • Prinsip  Amanah, yaitu prinsip dimana asuransi syariah harus dijalankan dengan transparan dan profesional
  • Prinsip Tauhid, yaitu prinsip dimana proses berasuransi harus didasari oleh niat yang bersih, halal dan mencari keridhaan Allah
  • Prinsip Tidak-Dzalim, yaitu prinsip untuk selalu tidak merugikan peserta.
  • Prinsip Adil, yaitu prinsip menjamin hak-hak dan keadilan dalam bisnis
  • Prinsip Khitmah yaitu prinsip untuk memberikan pelayanan yang baik dan kejujuran
  • Prinsip lainnya, seperti terhindar dari Riswah &Tathfif

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 5 Oktober 2005 pemegang saham menyetujui untuk membuka Cabang Syariah sebagai tanggapan atas semakin banyaknya permintaan jasa asuransi yang berbasis syariah.

Keputusan tersebut dituangkan dalam Akta Notaris Lindasari Bachroem SH No. 4 tanggal 5 Oktober 2005 dan telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-31681 HT.01.04.TH.2005, dan diumumkan dalam Berita Negara No. 64 Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 8529 tanggal 11 Agustus 2006.

Cabang asuransi syariah mulai dipasarkan mulai tahun 2006 setelah memperoleh rekomendasi dari Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia dalam surat keputusan nomor: U-207/DSN-MUI/XI/2005, tanggal 29 November 2005 dan ijin operasional dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan surat keputusan nomor: KEP-012/KM.5/2006 tanggal 18 Januari 2006.

Akad yang dipergunakan Perseroan dalam perikatan asuransi syariah ini adalah Akad Wakalah bil Ujrah, yaitu salah satu bentuk akad wakalah dimana peserta memberikan kuasa kepada perusahaan asuransi untuk mengelola dana mereka dengan memberikan ujrah (fee).

Landasan penerapan akad tersebut adalah Fatwa DSN-MUI No: 10/DSN-MUI/ IV/2000 tentang Wakalah dan 52/DSN-MUI/III/2006 tentang Akad Wakalah bil Ujrah pada Asuransi dan Reasuransi Syariah.


HOT NEWS

LAYANAN KAMI